Pengertian dan Macam Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik,pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik beserta contohnya,pengertian unsur ekstrinsik,pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam cerpen,contoh intrinsik dan ekstrinsik,contoh unsur ekstrinsik,contoh unsur intrinsik,unsur ekstrinsik cerpen

Pengertian dan Macam Unsur Intrinsik dan EkstrinsikDi dalam sebuah karya sastra, tentu Anda sudah tidak asing dengan istilah unsur intrinsik dan ekstrinsik. Tidak hanya sekadar komponen kebahasaan, ternyata pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik sangat luas serta penting untuk dikaji ketika mempelajari bahasa Indonesia.

Pengertian Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Unsur Intrinsik

Merupakan unsur-unsur yang terkandung sebagai sebuah pondasi utama di dalam karya sastra dan berfungsi untuk membangun isi karya dengan baik. Setiap jenis karya memiliki ciri khas pada unsur intrinsik masing-masing.

unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik,pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik beserta contohnya,pengertian unsur ekstrinsik,pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam cerpen,contoh intrinsik dan ekstrinsik,contoh unsur ekstrinsik,contoh unsur intrinsik,unsur ekstrinsik cerpen

Jika karya sastra berbentuk puisi, maka unsur intrinsik pada umumnya dapat diambil dari kebahasaan, pengujaran, peruangan, serta bunyi. Sedangkan, unsur intrinsik drama dapat berasal dari tema, tokoh, perwatakan, latar, alur, sudut pandang, gaya bahasa, hingga amanat.

Unsur Ekstrinsik

Menjadi suatu unsur yang membangun karya sastra dan memiliki nilai maupun hubungan terikat dalam lingkup sosial dan masyarakat. Secara lebih luas, unsur ekstrinsik adalah berada di luar karya sastra yang mempengaruhi kelahiran serta keberadaannya.

unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik,pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik beserta contohnya,pengertian unsur ekstrinsik,pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam cerpen,contoh intrinsik dan ekstrinsik,contoh unsur ekstrinsik,contoh unsur intrinsik,unsur ekstrinsik cerpen

Keberadaan unsur ekstrinsik dapat memudahkan Anda untuk memahami karya sastra tersebut. Beberapa contohnya adalah biografi pembuat karya, agama, kepercayaan, hingga falsafah yang digunakan. Faktor-faktor yang ada mampu membawa penikmat karya kepada perasaan memiliki.

Unsur-Unsur Intrinsik

unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik,pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik beserta contohnya,pengertian unsur ekstrinsik,pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam cerpen,contoh intrinsik dan ekstrinsik,contoh unsur ekstrinsik,contoh unsur intrinsik,unsur ekstrinsik cerpen

Jika sudah mengetahui pengertiannya, tentu Anda juga tertarik untuk menambah wawasan seputar contoh dari masing-masing unsur. Berikut ini daftar unsur yang biasa Anda temui secara intrinsik berdasarkan suatu cerpen:

1.     Tema

Tema adalah ide pikiran atau gagasan utama yang menjadi latar belakang munculnya sebuah cerita pendek. Dengan adanya tema, penyampaian isi tulisan jadi lebih mudah untuk ditangkap oleh pembaca. Tema merupakan sejenis nyawa yang ditentukan oleh kisah pribadi, isu masyarakat, cerita cinta, dan lainnya.

2.     Tokoh

Tokoh adalah figur atau pemain yang terlibat dalam suatu karya sastra berupa cerpen. Dalam suatu kisah, biasanya terdapat tokoh utama yang melakukan interaksi langsung dengan konflik dan tokoh pembantu yang dinyatakan dalam cerpen tanpa ada keterlibatan pada masalah.

Berdasarkan watak yang ditunjukkan, tokoh terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Protagonis dengan ciri khas karakter baik serta menjadi peran utama dalam karya.
  • Antagonis yang berkarakter jahat serta berinteraksi langsung terhadap tokoh utama.
  • Tritagonis sebagai peran penengah atau pihak netral. Didukung dengan sifat mediator dan bijaksana antara figur protagonis dan antagonis.
  • Figuran yang jarang muncul dalam karya cerpen, namun mampu memberikan suasana tersendiri agar cerita terlihat hidup.

3.     Alur

Tahapan dalam suatu karya sastra sudah pasti diatur dengan jalan cerita atau alur. Fungsinya adalah memberikan kesan bagi sebuah cerita agar lebih menarik dan membuat pembaca semakin penasaran. Alur terbagi menjadi tiga, antara lain:

  • Alur maju untuk rangkaian peristiwa yang bergerak berurutan mulai dari pengenalan, konflik, klimaks, peleraian, serta penyelesaian.
  • Alur mundur adalah serangkaian cerita yang bergerak tidak berurutan dan mengombinasikan konflik dengan sebab akibat.
  • Alur campuran merupakan alur yang menyampaikan kisah mulai dari bagian tengah menuju awal kemudian berlanjut ke akhir cerita.

4.     Sudut Pandang

Merupakan posisi dari penulis karya sastra yang membawakan cerita dan biasanya menggunakan sudut pandang orang pertama atau ketiga.

  • Orang pertama memiliki kata ganti “saya” atau “aku” sehingga penulis merupakan tokoh utama dalam kisah tersebut.
  • Orang ketiga yang membuat penulis memakai kata ganti “dia” dan berarti kisah tersebut bisa jadi nyata sebagai hasil pengamatan atau malah proses panjang dari imajinasi.

5.     Latar

Setiap kisah tentu memiliki penempatan lokasi maupun waktu secara spesifik. Setting atau latar sendiri merupakan unsur yang menjelaskan beberapa hal di bawah ini:

  • Latar tempat menjadi penanda lokasi yang ditempati oleh pemeran dalam setiap bagian dari cerita. Contohnya, kampus, rumah, taman, hotel, sekolah, dan sebagainya.
  • Latar waktu yang memberikan keterangan terjadinya suatu peristiwa maupun konflik yang dialami oleh masing-masing tokoh. Misalnya, pagi hari, siang hari, malam hari, pukul dua siang.
  • Latar suasana memberikan kesan suasana yang terjadi ketika suatu peristiwa sedang diceritakan dan biasanya berupa suasana sedih, romantis, bahagia, menakutkan, dan lain-lain.

6.     Amanat

Merupakan pelajaran atau pesan moral yang terdapat pada cerpen serta maknanya dapat diambil oleh pembaca. Umumnya, amanat dapat tersampaikan secara tersirat maupun tersurat. Hal tersebut dipengaruhi oleh pemahaman dari kisah itu sendiri.

Unsur-Unsur Ekstrinsik

unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik,pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik beserta contohnya,pengertian unsur ekstrinsik,pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam cerpen,contoh intrinsik dan ekstrinsik,contoh unsur ekstrinsik,contoh unsur intrinsik,unsur ekstrinsik cerpen

Analisis unsur ekstrinsik dalam karya sastra, seperti cerpen, dapat menjadi bahan terbaik untuk mendalaminya. Latar belakang dan keyakinan penulis mampu memberikan gambaran menarik bagi para pembaca.

1.     Latar Belakang Masyarakat

Menjadi faktor lingkungan masyarakat yang tinggal di sekitar sekaligus mempengaruhi karya seorang penulis. Beberapa di antaranya terdiri dari ideologi negara, kondisi sosial, keadaan ekonomi, maupun musim politik.

2.     Latar Belakang Penulis atau Pengarang

Penulis tentu memiliki latar belakang tersendiri dan bersifat dari dalam untuk mempengaruhinya dalam menulis karya sastra. Hal inilah yang menjadi unsur ekstrinsik penting dari asal pengembangan cerita. Latar belakang terbagi menjadi kondisi psikologis, riwayat hidup pengarang, hingga aliran sastra yang dipakai.

3.     Nilai-Nilai

Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang kaya akan nilai dari kehidupan sehari-hari. Ada banyak cerpen mengutamakan nilai-nilai yang terkandung secara nyata dan terjadi di tengah hidup masyarakat. Beberapa nilai yang biasa diusung berasal dari aspek agama, sosial, moral, serta budaya.

Itulah pengertian unsur intrinsik dan ekstrinsik beserta macam-macam bagian yang terkandung dalam karya sastra berupa cerpen. Pengkajian unsur intrinsik maupun ekstrinsik dapat memberikan wawasan yang melekat pada karya sastra bagi para pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

web stats